Suka Makmue — Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (4/1/2026).
Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya. Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan berat, sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nagan Raya menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 609 unit untuk warga terdampak banjir di wilayah tersebut. Huntara tersebut direncanakan dibangun di empat gampong, yakni Gampong Blang Meurandeh sebanyak 91 unit, Gampong Kuta Teungoh 222 unit, Gampong Babah Suak 166 unit, dan Gampong Blang Puuk sebanyak 130 unit.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, mengingat para pengungsi akan segera memasuki bulan suci Ramadan. Kehadiran Kepala BNPB di lokasi pengungsian dinilai memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Pada kesempatan itu, Bupati Nagan Raya juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat, khususnya BNPB, dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa hingga saat ini Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, masih berada dalam status tanggap darurat bencana. Hal ini disebabkan masih banyaknya warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian akibat banjir.
Untuk Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, BNPB memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak akan terus dipenuhi, termasuk penyediaan hunian sementara hingga hunian tetap. Di lokasi pengungsian, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan secara simbolis serta berdialog langsung dengan warga guna menyerap aspirasi dan kebutuhan mendesak para pengungsi.
Ia menegaskan bahwa tenda-tenda pengungsian darurat akan segera diganti, dan para pengungsi akan diprioritaskan untuk dipindahkan ke hunian sementara yang lebih layak. Menurutnya, keberadaan huntara menjadi solusi penting untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga terdampak bencana.
BNPB menargetkan pembangunan sekitar 600 unit hunian sementara di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Proses pembangunan akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat agar dapat diselesaikan lebih cepat.











