Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa ekosistem halal memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai sektor yang terhubung dalam rantai pasok halal, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 27 persen atau setara dengan Rp4.900 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa industri halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia.
Kepala Ahmad Haikal Hasan menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari ekosistem halal sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat. Namun, keberadaannya memberikan pengaruh besar terhadap aktivitas produksi, distribusi, perdagangan, hingga konsumsi yang berlangsung di berbagai sektor usaha.
Menurutnya, konsep halal tidak dapat dipahami hanya sebatas sertifikasi produk makanan dan minuman. Halal mencakup keseluruhan rantai pasok yang melibatkan industri pengolahan, logistik, perdagangan, serta berbagai sektor jasa pendukung lainnya. Oleh karena itu, implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) turut mendorong pergerakan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun internasional.
BPJPH menilai bahwa pertumbuhan ekosistem halal akan memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Ketika industri halal berkembang, maka sektor produksi, distribusi, perdagangan, hingga ekspor juga akan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan membuka peluang bagi jutaan pelaku usaha untuk berkembang.
Lebih lanjut, halal juga dipandang sebagai bagian dari sistem nilai yang membangun kepercayaan, integritas, serta kualitas produk. Saat ini, konsep halal tidak hanya menjadi kebutuhan umat Islam, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol kualitas, kebersihan, keamanan, dan keterlacakan produk yang diakui secara global.
BPJPH optimistis bahwa penguatan ekosistem halal nasional akan semakin memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, sektor halal diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak utama menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sumber:
InfoPublik











