Jombang — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang bersama Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Jombang menggelar kegiatan Sinau Bareng Penyembelihan Hewan Qurban sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang penyembelihan yang sesuai syariat sekaligus mengedepankan prinsip ihsan dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berseri di beberapa kecamatan di Kabupaten Jombang. Pembukaan kegiatan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Masjid Al Amin, Dusun Gamongan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo. Sementara seri kedua digelar pada Ahad, 10 Mei 2026 di Masjid Al Hikmah, Perum Firdaus Mansion, Desa Pulolor, Kabupaten Jombang.
Program ini menjadi bagian dari gerakan edukasi DMI Jombang yang akan menjangkau 8 kecamatan, dengan sasaran para takmir masjid, panitia qurban, dan relawan penyembelih.
Ketua PD DMI Kabupaten Jombang, Didin A. Sholahudin, menegaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar proses penyembelihan hewan, tetapi juga mengandung nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial.
“Qurban bukan hanya sah secara syariat, tetapi juga harus dilaksanakan dengan ihsan. Ihsan itu artinya menghadirkan kebaikan dan kesempurnaan dalam setiap prosesnya—mulai dari memperlakukan hewan dengan baik, proses penyembelihan yang benar, hingga pengelolaan lingkungan yang bersih dan tertib,” ungkap Gus Didin.
Ia menjelaskan bahwa DMI Jombang juga mendorong konsep Green Qurban, yakni pelaksanaan qurban yang memperhatikan aspek kebersihan, pengelolaan limbah, serta penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan.
“Masjid harus menjadi pelopor Green Qurban. Kita ingin proses qurban tidak hanya benar secara syariat, tetapi juga tertib, higienis, dan tidak mencemari lingkungan. Ini bagian dari dakwah masjid tentang kepedulian terhadap alam,” tambahnya.
Sementara itu, trainer dari Juleha Jombang, Irfan Rochani ST, yang akrab dipanggil Cak Ipang menjelaskan bahwa konsep ihsan dalam penyembelihan menuntut para juru sembelih untuk memahami teknik yang benar sekaligus menjaga etika terhadap hewan.
“Dalam Islam, hewan harus diperlakukan dengan baik sebelum disembelih. Pisau harus tajam, prosesnya cepat, dan tidak menyiksa hewan. Itulah makna ihsan dalam penyembelihan,” jelas Ipang.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman praktis mulai dari teknik merobohkan hewan, penyembelihan yang sesuai syariat, hingga penanganan daging dan limbah agar tetap higienis serta ramah lingkungan.
Apresiasi juga datang dari Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, KH. Idham Khalid, yang menyambut baik kegiatan edukatif tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para takmir dan panitia qurban. Selain belajar teknik penyembelihan yang benar, kami juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana mengelola qurban secara lebih tertib dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi semacam ini sangat penting agar pelaksanaan qurban di masjid-masjid semakin berkualitas dari tahun ke tahun.
Melalui gerakan Sinau Bareng Penyembelihan Hewan Qurban, DMI Jombang ingin menghadirkan praktik ibadah qurban yang lebih syar’i, lebih ihsan, dan lebih peduli lingkungan. Dari masjid, nilai-nilai syariat, kemanusiaan, dan kelestarian alam diharapkan dapat tumbuh bersama dalam tradisi qurban umat Islam. []











