Surabaya — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih meninggalkan trauma bagi para peternak di Jawa Timur. Kondisi tersebut mendorong anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk untuk meminta pemerintah memperkuat pendampingan intensif guna memulihkan kepercayaan dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Khusnul Khuluk menilai, dampak PMK tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga secara psikologis oleh para peternak. Kekhawatiran akan munculnya kembali wabah membuat sebagian peternak masih ragu untuk meningkatkan populasi ternak mereka.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir secara aktif melalui pendampingan teknis, edukasi kesehatan hewan, serta penguatan sistem pencegahan penyakit. Langkah tersebut dinilai penting agar peternak memiliki pemahaman yang memadai dalam menghadapi potensi risiko wabah di masa depan.
Selain pendampingan, Khusnul Khuluk juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan hewan, termasuk ketersediaan vaksin, pengawasan lalu lintas ternak, serta respons cepat jika ditemukan indikasi penyakit. Sinergi antarinstansi dan keterlibatan tenaga pendamping di lapangan menjadi kunci keberhasilan upaya tersebut.
Ia berharap dengan pendampingan yang berkelanjutan, peternak dapat kembali percaya diri menjalankan usahanya, sehingga sektor peternakan di Jawa Timur dapat pulih dan berkembang secara berkelanjutan.
Sumber:JatimTimes.com, Senin (13/1/2026).











